BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Thursday, February 24, 2011

Pemanfaatan Tripleks dan Kaca Bekas menjadi Tempat Penetasan Telur


HALAMAN PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah Remaja sebagai tugas kelompok pada semester ganjil tahun 2010/2011 yang dibuat berdasarkan latar belakang dari permasalahan sampah yang menumpuk pada kondisi lingkungan sekarang ini.

Dibuat dan disusun oleh
Nama :

1.      Dian Eka Putri Mangedong
2.      Hilda Putri Handayani

Kelompok/ kls : IX / XII IPA 2

Telah disahkan dan disetujui oleh :

    Mengetahui  
Kepala Sekolah                                                            Guru Pembimbing





Drs.Abbas Pandi                                                          Dra. Herlina Sulaiman
Nip. 19541231 198303 1 231                                     Nip. 19621018 198603 2 012









Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mengaruniakan segalanya sehingga semua halangan dan berbagai masalah yang lain selama penyusuna Karya Tulis Ilmiah Remaja dapat terselesaikan dengan baik.

Dalam karya tulis ini, penulis mencoba mengangkat sebuah pokok bahasan yang berjudul ”Pemanfaatan Tripleks dan Kaca Bekas Menjadi Tempat Penetasan Telur”.Selaras dengan judul karya ilmiah yang telah kami buat ini, bertujuan untuk menampilkan metode untuk emngurangi penumpukan sampah di lingkungan tepat tinggal kita. Makalah ini disusun, berakar dari informasi-informasi yang kami rampung dari berbagai sudut pandang buku ilmu pengetahuan, pengamatan yang telah dilakukan maupun berbagai situs internet. Semoga pembaca dapat dengan mudah memahami isi karya ilmiah ini, karena kami menyusun karya ilmiah ini dengan sederhana.Ucapan terima kasih penulis sampaikan pada Ibu guru yang telah memperhatikan dan membimbing penulis dalam penyusunan Karya Tulis ini. Dan untuk semua pihak yang secara langsung atau tidak langsung memberikan sumbangsi pemikiran. Dan hal-hal yang berguna selama penyelesaian Karya tulis ilmiah ini, diucapakan terima ksih.Seperti pepatah mengatakan, tiada gading yang tak retak, demikian juga karya ilmiah ini tak luput dari kekurangan. Akhirnya, penulis berterimakasih sebelumnya kepada pembaca yang bersedia memberikan sumbang saran dan kritik untuk perbaikan karya tulis ilmiah ini.
Makassar, November 2010

 

            Penulis

 

 


Daftar Isi

HALAMAN JUDUL   …………………………………………………………………… 1

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................................... 2

KATA PENGANTAR ...................................................................................................... .3

DAFTAR ISI .................................................................................................................... .4

Bab I : Pendahuluan

A.     Latar belakang ................................................................................................ 6

B.     Rumusan Masalah .......................................................................................... 8

C.     Tujuan Penelitian............................................................................................ 8

D.     Manfaat Penelitian ......................................................................................... 8

Bab II : Kajian Pustaka dan Kerangka Pikir

A.     Kajian Pustaka ..............................................................................................  9

B.     Kerangka Pikir ..............................................................................................19

Bab III : Metodologi Penelitian

A.     Materi Penelitian.. ........................................................................................ 20

B.     Metode Penelitian ........................................................................................ 21

C.     Metode Pengambilan Sampel .......................................................................22

D.     Tehnik Pengumpulan Data ...........................................................................23

E.      Populasi dan Sampel .................................................................................... 24

F.      Waktu & Lokasi penelitian............................................................................24

G.     Tehnik Analisis & Pengolahan Data ............................................................ 24

Bab IV : Hasil dan Pembahasan

A.     Hasil ............................................................................................................. 25

B.     Pembahasan ...................................................................................................25

 

Bab V : Penutup

A.     Kesimpulan................................................................................................... 26

B.     Saran............................................................................................................. 26


DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 27

LAMPIRAN................................................................................................................. 28

BIODATA PENULIS................................................................................................... 34

 

 
































BAB I

PENDAHULUAN


A.     LATAR BELAKANG
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka.
Sampah yang didefenisikan sebagai barang yang sudah tidak mempunyai nilai ekonomi lagi menjadi masalah yang memprihatinkan di Indonesia. Hampir setiap aktivitas dari manusia menyisakan sampah di lingkungan masyarakat. Tidak heran ketika akan menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara.
Persampahan merupakan isu penting di lingkungan perkotaan yang terus menerus dihadapi sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas pembangunan. Peningkatan volume sampah yang bersifat eksponensial sekarang ini memang belum dibarengi dengan peningkatan aktifitas pemeliharaan lingkungan.
Diakui bahwa peningkatan eksponensial volume sampah masih diwacanakan sebatas bagaimana meningkatkan PAD Pemerintah Daerah dari retribusinya. Perkembangan populasi sampah akibat tuntutan tambahan kebutuhan hidup manusia bila tidak dibarengi kebijakan pengelolaan sampah yang baik sedini mungkin, cenderung akan mengancam kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang ada, yang ditandai dengan adanya perubahan fenomena alam atau kerusakan fisik lingkungan yang pada gilirannya menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan mengancam kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Pada kota-kota di Indonesia, persoalan sampah sekarang ini menjadi isyu penting bahkan menjadi fenomena sosial, mengapa ? karena begitu banyak PR sampah yang sesegera mungkin harus ditangani. Belajar dari kasus Bantar Gebang, Bojong, Leuwigajah dan beberapa kota lainnya, terindikasikan bahwa sampah yang tidak dikelola/ditangani dengan baik menjadi penyebab terjadinya pencemaran air, tanah, udara dan bahkan sampai timbul kerawanan sosial di tengah masyarakat.
Kemampuan Pemerintah Daerah dalam menangani sampah masih sangat terbatas. Secara Nasional, dari tahun 2000 sampai 2005, tingkat pelayanan baru mencapai 40 % dari volume sampah yang dihasilkan. Pertambahan penduduk yang disertai dengan tingginya arus urbanisasi ke perkotaan juga menyebabkan semakin tingginya volume sampah yang harus dikelola setiap hari. Hal tersebut bertambah sulit karena semakin besar beban yang harus ditangani.
Kota Ende dan Kota di Indonesia sebagai kota yang sedang membangun perlu memikirkan usaha penanganannya. Dengan pertumbuhan penduduk dan percepatan pembangunan sekarang ini, sangat memungkinkan terjadinya lonjakan limbah buangan rumah tangga, industri dllnya. Mampukah kita tangani secara instan bila persoalan itu akan muncul tiba-tiba ? Mampukah alam ini menjaga keseimbangan populasi sampah manusia ?
Untuk itulah bahwa, setiap kegiatan/aktifitas yang dilakukan di suatu lokasi atau lingkungan yang akan berdampak pada alam fisik maupun terhadap kehidupan manusia serta berbagai sumber daya di sekitarnya baik sumber daya alam, sumber daya buatan perlu diteliti dan dikaji agar dapat diketahui perkembangan/perubahannya secara dini dan dapat segera dilakukan upaya pengendalian, pengawasan, penanggulangan, bahkan pemulihan kembali lingkungan alam fisik.
Berdasarkan perhitungan dalam buku infrastruktur Indonesia pada tahun 1995 perkiraan timbulan sampah di Indonesia sebesar 22.5 juta ton dan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2020 menjadi 53.7 juta ton.
Volume sampah yang terus meningkjat, dikaitkan pula dengan jenis sampah, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Dimana sampah organik yaitu sampah yang terdiri dari bahan penyusun tumbuhan, hewan yang diambil dari alam yang mudah diuraikan oleh proses alami , namun penguraian tersebut membutuhkan kurun waktu yang cukup lama seperti pada bahan tripleks dan bambu yang banyak dihasilkan pada konstruksi banguan, begitupula dengan sampah anorganik yaitu sampah yang berasal dari proses industri , dimana perlu penanganan intensif dalam pengolahannya seperti pada kaca, besi dan kaleng.
Berangkat dari keprihatinan akan sampah yang semakin bertambah, maka kami bermaksud membentuk suatu alternatif untuk mengurangi sampah tanpa tergantung pada kurun waktu yang cukup lama.
Penfaatan tripleks dan kaca bekas sudah banyak menjadi alternatif bagi orang lain dalam mencipatkan barang yang berguna seperti hiasan cantik ataupun miniatur lainnya .Pemanfaatan tripleks dan kaca bekas menjadi tempat penetasan telur mulai pula dijumpai pada masyarakat umumnya, namun bedanya menggunakan bahan-bahan yang membutuhkan dana yang berlebih,contohnya dengan menggunakan bahan seperti sterofoam dan kayu untuk membentuk barang yang berguna tersebut, sedangkan kami menggunakan sampah dari sisa-sisa konstruksi bangunan.
Oleh karena itu, kami mengangkat judul ”Pemanfaatan tripleks dan kaca bekasmenjadi tempat penetasan telur”.





B.     RUMUSAN MASALAH

1.            Apakah tripleks dan kaca bekas dapat dimanfaatkan menjadi tempat penetasan
          telur ?

2.            Bagaimana proses pembuatan tempat penetasan telur dari tripleks dan kaca bekas ?

3.            Apakah tempat penetasan telur tersebut bermanfaat ?


C.     TUJUAN PENELITIAN

1.            Untuk mengetahui tripleks dan kaca bekas dapat dimanfaatkan menjadi tempat pentasan telur.

2.            Untuk mengetahui proses pembuatan tempat penetasan telur dari tripleksdan kaca bekas.

3.            Untuk mengetahui manfaat dari tempat penetasan telur.


D.    MANFAAT PENELITIAN

1.            Bagi siswa

-               Siswa dapat memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang bermanfaat.
-               Siswa dapat membuat suatu karya ilmiah.
-               Siswa dapat mengembangkan ide-ide kekreativitasnya.

2.            Bagi sekolah

-               Sekolah memiliki lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah.
-               Para siswa di sekolah dapat melakukan penelitian.
-               Sekolah menemukan ide, sebagai alternatif dalam pengolaha sampah.

3.            Bagi lingkungan

-               Lingkungan menjadi bersih dan asri.
-               Lingkungan menjadi terlepas dari masalah sampah.







BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

A.     KAJIAN PUSTAKA

1.Sampah
*      Pengertian Sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka Sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.
Sampah adalah barang yang tidak diperlukan atau yang tidak digunakan orang lagi. Pengertia sampah adalah barang yang tidak diperlukan atau barang yang tidak digunakan lagi. Pada saat ini sampah dikalangan masyarakat sangatlah memperihatinkan, karena masyarakat membuang sampah tidak ada tempatnya, seperti sisungai atau dibelakang rumah mereka dan mereka tidak memikirkan akibatnya.
   Menurut Kamus Istilah Lingkungan , “Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”.  Sedangkan kata Bapak Dr. Tandjung, M.Sc. ,  “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”.
Untuk lebih mengenal sampah, marilah kita belajar tentang jenis-jenis sampah.
Jenis Sampah Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai:
1.      Sampah Organik
Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.
2.      Sampah Anorganik
Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

*            Jenis-jenis sampah

1.  Berdasarkan sumbernya

1.            Sampah alam
2.            Sampah manusia
3.            Sampah konsumsi
4.            Sampah nuklir
5.            Sampah industri
6.            Sampah pertambangan

2.  Berdasarkan sifatnya

1.            Sampah organik - dapat diurai (degradable)
2.            Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)

3. Berdasarkan bentuknya

Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai:

§               Sampah Padat

Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.
Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi:
1.            Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.
2.            Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:
3.Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
4. Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.

§               Sampah Cair

Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
·               Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.
·               Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi

§               Sampah alam

Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.

§               Sampah manusia

Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan==== Sampah Cair ==== Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
·               Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.
·               Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.

§               Sampah Konsumsi

Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.

§               Limbah radioaktif

Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).

Sampah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah juga telah diklasifikasikan menurut sumbernya , yaitu :
*            Sampah pemukiman , perdagangan, dan perkantoran , yaitu limbah padat yang berasal dari pemukiman masyarakat, lingkungan perdagangan dan jasa komersial. Jenis limbah ini cukup beragam , seperti kulit buah-buahan, kardus, kertas, dsb.
*            Sampah dari industri, yaitu limbah yang berasal dari buangan hasil proses industri dimana jenis dan komposisi limbah tergantung jenis industrinya.
*            Sampah sisa bangunan dan kontruksi gedung. Umumnya sampah berasal dari kegiatan pembangunan dan pemugaran gedung. Sisa sampah organik seperti kayu, bambu, tripleks, dan sampah organik seperti kaca dan besi.
Sampah adalah sisa-sisa benda atau barang yang telah digunakan manusia. Sampah itu bisa dibagi menjadi dua bentuk. Yang pertama anorganik dan organik. Sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari benda-benda yang tidak dapat diuraikan. Contohnya adalah plastik, kaleng, dan lain-lain. Sedangkan sampah organik adalah sampah yang terbentuk dari zat-zat organik dan dapat diuraikan. Contoh sampah ini adalah daun rontok, kertas, dll.
Mungkin maslah sampah ini termasuk sepele. Tetapi, jika kita sadari bahwa setiap orang mengeluarkan sampah dan akhirnya sampah akan menggunung banyaknya. Kita suka melihat tumpukn-tumpukan sampah di pinggir jalan yang berbau busuk. Bau busuk tersebut dihasilkan dari pembusukan sampah organik. Untuk menanggulangi masalah sampah yang semakin banyak, orang-orang mulai memikirkan banyak cara. Mulai dari memisahkan sampah organik dan anorganik sampai mendaur ulang sampah.
Kadang-kadang kita tidak tahu apa sih gunanya memisahkan sampah yang organik dengan yang anorganik? Tujuannnya adalah memudahkan untuk pengolshsn sampah lebih lanjut. Sampah anorganik tidak dapat membusuk dan hilang dari bumi dengan cepat tidak seperti sampah organik. Maka pengolahan berikutnya adalah dengan mendaur ulangnya menjadi barantg-barang lain. Pengolahan sampah organik lain lagi. Karena dapat membusuk, sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.
Untuk mendaur ulang sampah anorganik, kita bisa membuat sendiri di rumah atau untuk yang lebih profesional lagi dapat digunakan peralatan canggih di pabrik-pabrik besar. Sampah yang bisa didaur ulang sendiri adalah misalnya botol plastik. Botol plastik dapat diubah bentuknya menjadi kerajinan tangan dan dapat dijual. Pastinya ini akan menambah penghasilan. Untuk pengelolaan yang lebih profesional, biasanya adalah sampah-sampah logam yang berbentuk kaleng atau besi. Kaleng atau besi ini dilebur untuk kemudian dibentuk menjadi berang lain. Ini sangat menghemat penggunaan logam karena tidak perlu menambang logam yang baru.
*            Ciri-Ciri Sampah
Adapun ciri-ciri sampah antara lain :
1.      Dedaunan pohon gugur
2.      Seperti kulit pisang dan buah-buahan yang busuk
3.      Kotoran hewan, seperti kotoran ayam, kotoran kambing, sapid an lain-lain

*            Dampak Negatif Dari Sampah Bagi Masyarakat
Dampak negatif dari sampah sangatlah besar dan menrugikan banyak masyarakat, apabila masyarakat membuang sampah sembarangan seperti di sungai, dapat mengakibatkan banjir dan apabila masyarakat membuang sampah sembarang di sekitar lingkunganny dapat mengakibatkan sumber penyakit bagi luas.

*            Cara Menanggulanginya
Cara menanggulangi sampah ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain :
1.      Masyarakat seharusnya tidak membuang sampah ke sungai karena dapat mengakibatkan banjir dan tidak membuang sampah di lingkungan sekitarnya, karena dapat mengakibatkan sumber penyakit. Jika perlu masyarakat dapat memanfaatkan sampah atau barang yang tidak diperlukan lagi dengan cara.
2.      Sampah organik di jadikan pupus, sedangkan sampah organik di daur ulang atau di bakar.
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan , pengangkutan , pemrosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat , cair , gas , atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.
Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara Negara maju dan negara berkembang , berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan , berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.
Metode pengelolaan sampah berbeda beda tergantung banyak hal , diantaranya tipe zat sampah , tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area.
Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan:
·               mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis (Lihat: Pemanfaatan sampah), atau
·               mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup.

Penimbunan darat

Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah, metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yg ditinggalkan , lubang bekas pertambangan , atau lubang lubang dalam. Sebuah situs penimbunan darat yg di desain dan di kelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang hiegenis dan murah. Sedankan penimbunan darat yg tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan , diantaranya angin berbau sampah , menarik berkumpulnya Hama , dan adanya genangan air sampah. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. (di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah)
Karakter desain dari penimbunan darat yang modern diantaranya adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik.Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya , dan ditutup untuk tidak menarik hama (biasanya tikus). Banyak penimbunan samapah mempunyai sistem pengekstrasi gas yang terpasang untuk mengambil gas yang terjadi. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara pemabakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik.

Pembakaran/pengkremasian

Pembakaran adalah metode yang melibatkan pembakaran zat sampah. Pengkremasian dan pengelolaan sampah lain yg melibatkan temperatur tinggi biasa disebut "Perlakuan panas". kremasi merubah sampah menjadi panas, gas, uap dan abu.
Pengkremasian dilakukan oleh perorangan atau oleh industri dalam skala besar. Hal ini bisa dilakukan untuk sampah padat , cari maupun gas. Pengkremasian dikenal sebagai cara yang praktis untuk membuang beberapa jenis sampah berbahaya, contohnya sampah medis (sampah biologis). Pengkremasian adalah metode yang kontroversial karena menghasilkan polusi udara.
Pengkremasian biasa dilakukan dinegara seperti jepang dimana tanah begitu terbatas ,karena fasilitas ini tidak membutuhkan lahan seluas penimbunan darat.[[Sampah menjadi energi (waste-to-energy)|Sampah menjadi energi atau energi dari sampah adalah terminologi untuk menjelaskan samapah yang dibakar dalam tungku dan boiler guna menghasilkan panas/uap/listrik.Pembakaran pada alat kremasi tidaklah selalu sempurna , ada keluhan adanya polusi mikro dari emisi gas yang keluar cerobongnya. Perhatian lebih diarahkan pada zat dioxin yang kemungkinan dihasilkan di dalam pembakaran dan mencemari lingkungan sekitar pembakaran. Dilain pihak , pengkremasian seperti ini dianggap positif karena menghasilkan listrik , contoh di Indonesia adalah rencana PLTSa Gede Bage di sekitar kota Bandung.

Metode Daur-ulang

Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang.Ada beberapa cara daur ulang , pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan akan dijelaskan dibawah.

Pengolahan kemabali secara fisik

Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang , yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang , contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus), atau dari sampah yang sudah tercampur.
Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum , kaleng baja makanan/minuman, Botol HDPE dan PET , botol kaca , kertas karton, koran, majalah, dan kardus. Jenis plastik lain seperti (PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa di daur ulang.Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah, karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.
Pengolahan biologis
Material sampah organik , seperti zat tanaman , sisa makanan atau kertas , bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah pengkomposan.Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.
Contoh dari pengelolaan sampah menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada, dimana sampah organik rumah tangga , seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan.

Pemulihan energi

Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar, atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain. Daur-ulang melalui cara "perlakuan panas" bervariasi mulai dari menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungan , dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada Tekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat , gas, dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.
Metode penghindaran dan pengurangan
Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk , atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah". Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai , memperbaiki barang yang rusak , mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik ), mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue) ,dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama (contoh, pengurangan bobot kaleng minuman).

Konsep pengelolaan sampah

Terdapat beberapa konsep tentang pengelolaan sampah yang berbeda dalam penggunaannya, antara negara-negara atau daerah. Beberapa yang paling umum, banyak-konsep yang digunakan adalah:
·               Hirarki Sampah - hirarki limbah merujuk kepada " 3 M " mengurangi sampah, menggunakan kembali sampah dan daur ulang, yang mengklasifikasikan strategi pengelolaan sampah sesuai dengan keinginan dari segi minimalisasi sampah. Hirarki limbah yang tetap menjadi dasar dari sebagian besar strategi minimalisasi sampah. Tujuan limbah hirarki adalah untuk mengambil keuntungan maksimum dari produk-produk praktis dan untuk menghasilkan jumlah minimum limbah.
·               Perpanjangan tanggungjawab penghasil sampah / Extended Producer Responsibility (EPR).(EPR) adalah suatu strategi yang dirancang untuk mempromosikan integrasi semua biaya yang berkaitan dengan produk-produk mereka di seluruh siklus hidup (termasuk akhir-of-pembuangan biaya hidup) ke dalam pasar harga produk. Tanggung jawab produser diperpanjang dimaksudkan untuk menentukan akuntabilitas atas seluruh Lifecycle produk dan kemasan diperkenalkan ke pasar. Ini berarti perusahaan yang manufaktur, impor dan / atau menjual produk diminta untuk bertanggung jawab atas produk mereka berguna setelah kehidupan serta selama manufaktur.
·               prinsip pengotor membayar - prinsip pengotor membayar adalah prinsip di mana pihak pencemar membayar dampak akibatnya ke lingkungan. Sehubungan dengan pengelolaan limbah, ini umumnya merujuk kepada penghasil sampah untuk membayar sesuai dari pembuangan

Manfaat pengelolaan sampah

1.            Penghematan sumber daya alam
2.            Penghematan energi
3.            Penghematan lahan TPA
4.            Lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman)

Bencana sampah yang tidak dikelola dengan baik

1.            Longsor tumpukan sampah: Longsor sampah Leuwigajah
2.            Sumber penyakit
3.            Pencemaran lingkungan

2.Tripleks & kaca
   Tripleks merupakan sampah organik dan kaca merupakan sampah anorganik namun kedua benda ini dapat ditemukan dari sisa bangunan dan kontruksi gedung. Banyak perkiraan, bahwa sampah sisa bangunan tidak dapat diolah kembali, namun dalam kenyataannya dapat diolah kembali menjadi barang yang berguna. Tripleks dan kaca yang dalam kegunaan utuhnya dijadikan dinding ataupun plafon masih mempunyai nilai ekonomis jika kedua benda tersebut dijadikan sebagai bentuk kerajinan tangan ataupun barang yang berguna.

Kaca adalah 1 benda yg keras, biasanya bening dan mudah pecah (untuk jendela, botol, dsb); 2 cermin; kaca muka; 3 ki contoh; teladan: tokoh itu dapat kita jadikan -- dl kehidupan kita; Kaca


Kaca merupakan materi bening dan transparan (tembus pandang) yang biasanya di hasilkan dari campuran silikon atau bahan silikon dioksida (SiO2), yang secara kimia sama dengan kuarsa (bahasa Inggris: kwarts). Biasanya dibuat dari pasir. Suhu lelehnya adalah 2000 derajat Celsius.
3.Tempat Penetasan Telur
   Persyaratan dalam pembuatan tempat penetasan telur mencakup beberapa hal yaitu :
-               temperatur
-               kelembapan udara
-               jangka waktu
-               ventilasi


BAB III

METODE PENELITIAN

A.     MATERI PENELITIAN

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian adalah :

No.
Alat
Kegunaan
1.
Tripleks
- sebagai dinding dari tempat penetasan telur
2.
Kaca
- Sebagai dinding transparan untuk melihat keadaan dalam tempat penetasan telur.
3.
Paku & palu
-untuk melekatkan dinding-dinding

4.
Penggaris
-untuk mengukur dan menyamakan ukuran dinding.
5.
Gergaji
- memotong tripleks

6.
Pisau
- memotong tripleks

6.
Spidol
- Untuk menandai bagian tripleks yang akan dipotong
7.
Lem tripleks
- Untuk melekatkan tripleks dan kaca

8.
Kabel
- Sebagai bahan untuk pemasangan lampu

9.
Bohlam
- Untuk pemanas pada tempat penetasan telur
10.
Engsel
- Membuat pintu

11.
Rak telur
- tempat meletakkan telur

12.
Kamera
-alat dokumentasi.










B.     METODE PENELITIAN
Metode deskriptif .

Langkah-langkah penelitian deskriptif :

1.      mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui proses deskritif.

2.      Merumuskan masalah secara jelas

3.      Menentukan tujuan dan manfaat penelitian

4.      Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.

5.      Mendesain metode penelitian

6.      Mengumpulkan , mengorganisasi dan menganalisis data

             Adapun metode penelitian yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah metode pustaka dimana metode pustaka adalah metode dengan mengumpulkan data-data dari berbagai sumber seperti internet dan buku dan penelitian ini juga menggunakan metode deskriptif dimana metoda deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya,penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama.yaitu menggambarkan secara sistematis  fakta dan karakteristik objek/subjek yang diteliti secara tepat serta dengan melakukan observasi langsung kelapangan


















C.     METODE PENGAMBILAN SAMPEL

Sampel yang digunakan adalah sampah anorganik dan smapah organik. Sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat diuraikan secara alami, seperti kaca
, besi, kaleng, kertas,lampu,kabel,dll.
Sedangkan sampak organik ialah sampah yang dapat diuraikan secara alami seperti daun-daun kering, sisa-sisa makanan , tripleks, dll.
 Dari beberapa contoh sampahdari kedua jenis sampah tersebut , kami memmanfaatkan tripleks dan kaca bekas menjadi tempat penetasan telur .
 Kami memilih tripleks dan kaca bekas dengan alasan bahan mudah didapatkan dan menunjang temperatur dalam tempat penetasan telur serta tidakk membutuhkan dana yang besar.

































D.    TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Dalam penelitian ini pengumpulan data dengan menggunakan instrumen pengumpulan data yang sesuai dengan maslah yang diteliti. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah :
-         metode observasi : yaitu melihat sesuatu dengan mempergunakan mata. Observasi atau pengamtan , meliputi pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan  alat indera.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

*      Tentukan tempat pengambilan bahan

*      Siapkan alat dan bahan

*      Tentukan tempat pengolahannya

*      Kumpulkan semua materi penelitian (sampel) yang ditemukan

*      Simpan sampel untuk analisis data

*      Proses pengolahan atau pembuatan

*      Hasil pengolahan


















B.     POPULASI DAN SAMPEL

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Disamping itu dapat juga diartikan populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa .
 Populasi dalam penelitian ini adalah sampah tripleks dan kaca dari sisa-sisa kontruksi bangunan.
Sampel adlah sebagian wakil dari populasi yang diteliti.
 Teknik pengambilan nya dengan random purposive (sengaja).
 Sampel dalam penelitian adalah sampah tripleks dan kaca bekas.




C.     WAKTU & LOKASI PENELITIAN

Waktu yang diperlukan yaitu :,
dimulai pukul 13.30 – 18.00 WITA, tanggal 20 -Oktober 2010 – 15 November 2010 .
Lokasi penelitian : jln.manggala dlm 3 no39 blok 7 prumnas antang.



D.    TEKNIK ANALISIS DAN PENGOLAHAN DATA

Tehnik pengolahan data, adalah sebagai berikut :

*      Tentukan tempat pengambilan bahan

*      Siapkan alat dan bahan

*      Tentukan tempat pengolahannya

*      Kumpulkan semua materi penelitian (sampel) yang ditemukan

*      Simpan sampel untuk analisis data

*      Proses pengolahan atau pembuatan

*      Hasil pengolahan





BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. HASIL

v      Kondisi Awal

Persampahan merupakan isu penting di lingkungan perkotaan yang terus menerus dihadapi sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas pembangunan. Peningkatan volume sampah yang bersifat eksponensial sekarang ini memang belum dibarengi dengan peningkatan aktifitas pemeliharaan lingkungan.
Perkembangan populasi sampah akibat tuntutan tambahan kebutuhan hidup manusia bila tidak dibarengi kebijakan pengelolaan sampah yang baik sedini mungkin, cenderung akan mengancam kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang ada, yang ditandai dengan adanya perubahan fenomena alam atau kerusakan fisik lingkungan yang pada gilirannya menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan mengancam kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Kemampuan Pemerintah Daerah dalam menangani sampah masih sangat terbatas. Secara Nasional, dari tahun 2000 sampai 2005, tingkat pelayanan baru mencapai 40 % dari volume sampah yang dihasilkan. Pertambahan penduduk yang disertai dengan tingginya arus urbanisasi ke perkotaan juga menyebabkan semakin tingginya volume sampah yang harus dikelola setiap hari. Hal tersebut bertambah sulit karena semakin besar beban yang harus ditangani.
Berangkat dari keprihatinan akan sampah yang semakin bertambah, maka muncul suatu ide bagi kami untuk membuat  suatu alternatif untuk mengurangi sampah. Berakar dari ide tersebut, kami bermaksud mempergunakan sampah organik layaknya tripleks bekas dan sampah anorganik layaknya kaca bekas tersebut menjadi sebuah barang yang berguna
Berawal dari ide pembuatan tripleks menjadi tempat penetasan telur, maka muncullah permasalahan yang menjadi tolak ukur kami dalam pelaksanaan alternatif ini.  Apakah tripleks dan kaca bekas dapat dimanfaatkan menjadi tempat penetasan
 telur ?  bagaimana proses pembuatan tempat penetasan telur dari tripleks dan kaca bekas ? apakah tempat penetasan telur ini bermanfaat ?
                 
      Dari rumusan masalah tersebut, kami mulai merencanakan untuk membuat tempat penetasan telur. Dimulai dengan mengumpulkan berbagai variabel yang dibutuhkan , pembuatan kerangka pikir , dan tentunya dengan melihat tehnik pengumpulan data yang telah dibahas sebelumnya.
      Setelah merencanakannya kami mulai untuk mempraktekkan teori-teori yang telah dibuat pada perencanaan sebelumnya, tentunya dengan tujuan untuk dapat menyelesaikan rumusan masalah yang telah ada sebelumnya.
Dan akhirnya setelah 15 hari , tempat penetasan telur telah selesai dibuat, yang secara tidak langsung menjawab rumusan masalah yang muncul, yaitu :
B.     Tripleks dan kaca bekas dapat dimanfaatkan menjadi tempat penetasan telur. Ditinjau dari fungsinya ,- tripleks : sebagai dinding dari tempat penetasan telur.
      -Kaca : sebagai dinding transparan untuk melihat keadaan dalam tempat penetasan telur.

  1. Proses pembuatan tempat penetasan telur dari tripleks dan kaca bekas adalah sebagai berikut :

§         Siapkan alat dan bahan.
§         Potong tripleks bekas menjadi 5 bagian ukuran yang sama dengan menggunakan cutter ataupun gergaji.
§         Lalu, bentuk ke 5 bagian tersebut menjadi kotak dengan menggunakan palu dan paku.
§         Kemudian, bagian yang belum tertutupi tripleks, ditutupi dengan kaca transparan , yang gunanya melihat keadaan dalam ruang tempat penetasan telur.
§         Setelah itu, buat lubang pada bagian atas dinding tempat pentasan telur untuk memasukkan kabel, guna menyambung dan menyalakan lampu.
§         Kemudian , pasang bolham dan gantung dibagian langit tempat penetasan telur.
§         Letakkan pula, rak telur pada bagian dalam tempat penetasan telur sebagai, tempat untuk meletakkan telur yang akan ditetaskan.

1.      Tempat penetasan telur ini sangat bermanfaat terutama pada peternak, yaitu :
-         Hasil individu yang didapatkan lebih maksimal.
-         dapat menetaskan telur sendiri
Namun, jika dilihat dari sisi lingkungan mengenai sampah bekas yang dipergunakan sebagai bahan utamanya yaitu bermanfaat untuk membuat :
o       Lingkungan menjadi bersih dan asri.
o       Lingkungan menjadi terlepas dari masalah sampah.

v     Pelaksanaan
`
Hari ke-
Kegiatan
1
Menentukan tempat pencarian bahan
2
Mendapatkan  tripleks bekas ( sampah bangunan)
3
Mendapatkan kaca bekas ( sampah kantor)
4
Menyiapkan alat dan bahan
5
Membuat kerangka tempat penetasan telur
6
Pemotongan tripleks
Pembuatan dinding
7
Pembuatan / pelekatan dinding tripleks
8
Pembuatan / pelekatan dinding tripleks
9
Pembuatan / pelekatan dinding tripleks
10
Pemasangan engsel pintu
11
Pelekatan dinding kaca
12
Pencarian kabel dan bohlam
13
Pemasangan lampu
14
Pemasangan lampu
15
Pengecekan hasil



B.PEMBAHASAN

Bagian-bagian dari tempat penetasan telur :
Ø      Tempat penetasan telur yang telah dibuat, mempuyai dinding tripleks dan kaca, dimana kaca berfungsi sebagai dinding untuk melihat keadaan dalam tempat penetasan telur.
Ø      Dibagian dalam, terdapat rak telur dengan tujuan sebagai tempat untuk menaruh telur agar dekat dengan cahaya lampu.
Ø      Didukung dengan adanya lampu, bertujuan untuk pemancar panas bagi telur yang akan ditetaskan.

Sampah yang menjadi masalah yang memprihatinkan di wilayah seluruh Indonesia memang tidak terlepas dari tindakan manusia itu sendiri. Namun, terlepas dari semuanya itu, penanganan sampah ini tidak perlu dibebankan semuanya kepada pemerintah, tetapi bagaimana kita bisa mengurangi sampah itu dengan cara yang sederhana.
Pembuatan sampah tripleks dan kaca menjadi tempat penetasan telur adalah salah satu alternatif yang bisa mengurangi sampah , pula memberikan manfaat bagi siswa, sekolah, terutama lingkungan dan bagi peternak.
 Jika dihubungkan dengan teori yang telah dipaparkan sebelumnya pada kajian teori mengenai pengolahan sampah dengan cara pengkremasian, penimbunan, pembakaran, ataupun daur ulang, alternatif yang kami buat ini sungguh jauh lebih sederhana dibandingkan hal tersebut ditambah hasilnya akan sangat berguna.
Jadi melihat hasil ataupun produk yang telah selesai dapat disimpulkan bahwa tripleks dan kaca bekas dapat dimanfaatkan menjadi  tempat penetasan telur yang bermanfaat bagi masyarakat yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa tujuan dari penelitian ini tercapai.






BAB V

PENUTUP

A.     KESIMPULAN

1. Tripleks dan kaca bekas dapat dimanfaatkan menjadi tempat pentasan telur..

2. Tempat penetasan telur bermanfaat terutama bagi peternak, dan sampah yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan tempat penetasan telur bermanfaat bagi lingkungan.

B.     SARAN
1.      Kami berharap dengan adanya karya tulis ini, dapat mengembangkan lebih banyak ide-ide kreatif lagi untuk mengolah sampah menjadi barang yang berguna.

2.      Kami berharap pihak yang terkait dapat menyempurnakan tulisan maupun hasil percobaan yang dilakukan.



























Daftar Pustaka


Herlina Sulaiman, Dra. 2010. Penuntun Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Remaja  (KIR). Makassar.

2009. Tugas mulok. Makassar

Rachmatya. 2002. Karya Tulis Ilmiah. Makassar





Biodata Penulis

1.      -     Nama                    :  Dian Eka Putri Mangedong
-         Kelas                    :  XII IPA II
-         Nis                        : 096526
-         TTL                      : Makassar, 30 Juli 1993
-         Hobby                   : Tidur, menyanyi, baca info tentang penyakit, main bulutangkis.
-         Cita-cita               : Dokter penyakit dalam
-         Kesan-kesan         : bikin karya tulis berdua ???
Beehh, mantap susahnya...


2.      Nama                          :  Hilda Putri Handayani
-         Kelas                    : XII IPA II
-         Nis                        :
-         TTL                      :Makassar, o3 Juni 1993
-         Hobby                   : Menyanyi, onlend
-         Cita-cita               : bidan ,,,
-         Kesan-kesan         :


























































0 comments: